Selasa, 15 Mei 2012

Elektrolit dan non-Elektrolit

Kita semua tahu dari percobaan antara gula(sukrosa) dengan garam dapur (NaCl) yang larut dalam air. Larutan yang dihasilkan sangat berbeda. Ketika molekul molekul sukrosa larut dalam air, larutan itu menghasilkan molekul molekul netral sukrosa yang yang dikelilingi oleh molekul air. Ketia NaCl, substansi ionic, larut dalam air, larutan yang dihasilkan adalah ion dan yang dikelilingi oleh air. Karena adanya ion tersebut, larutan NaCl menghantarkan arus, tetapi sukrosa tidak menghantarkan arus listrik

Konduktivitas listrik dari sebuah larutan NaCl mudah didemostrasikan dengan menggunakan battere, bolam lampu, dan kawat yang saling dihubungkan seperti yang ditunjukkan pada gambar diatas. Ketika kawat dicelupkan pada larutan NaCl, ion   bergerak  melewati larutan  menuju ujung kabel yang lainya yang terhubung dengan kutub negative dari baterai. Pada waktu yang sama, ion bergerak kearah ujung kabel satunya yang terhubung dengan kutub positif baterai. Hasil dari pergerakan ion adalah adanya arus listrik, sehingga lampu menyala. Ketika kabel dicelupkan pada larutan gula, tidak ada ion yang membawa arus, jadi bolam lampu tidak menyala.

 Zat seperti NaCl atau KBr , ketika larut dalam air mereka menghasilkan larutan ion yang bersifat konduktor. Larutan tersebut dinamakan elektrolit. Zat seperti sukrosa dan etil alcohol, yang tidak menghasilkan ion pada larutan, dinamakan non-elektrolit. Kebanyakan elektrolit. Sebagian besar elektrolit adalah senyawa ionic, walaupun ada yang molecular. HCl sebagai contoh adalah sebuah senyawa molekul (ketika murni) namun terdisosiasi menjadi dan ketika larut dalam air.


Senyawa yang terdisosiasi dalam skala besar (70-100%) menjadi ion ketika larut dalam air, disebut elektrolit kuat. Dan ketika senyawa tersebut hanya terdisosiasi sebagian kecil, dinamakan elektrolit lemah. Natrium Klorida dan sebagian besar senyawa ionic secara singkat dan terdisosiasi besar besaran dalam pelarut, dinamakan elektrolit kuat. Asam asetat, secara contrast terdisosiasi  hanya 1,3% dalam 0.10 M larutan dan ini adalah contoh elektrolit lemah. Sebagai hasilnya, 0.10M larutan asam asetat mengkonduksi secara lemah

 Amati bahwa ketika kita menuliskan suatu disosiasi, kita menggunakan sebuah tanda panah bolak balik untuk menandakan bahwa reaksi tersebut berlangsung pada dua arah.  Sebuah disosiasi adalah proses dinamis dimana kesetimbangan mantab diantara reaksi bolak balik tersebut. Keseimbangan antara dua reaksi yang berlawanan menunjukkan perbedaan konsentrasi dari dari berbagai zat dalam larutan tersebut.

Sebuah table dari beberapa senyawa yang umum dijumpai yang diklasifikasikan menurut kekuatan elektrolitnya pada table 4.1 . Perhatikan bahwa air dikelompokkan sebagai nonelektrolit karena tidak terdisosiasi menjadi ion dan  
 

0 komentar:

Poskan Komentar